Jackiecilley.com – Banjir melanda Jakarta Timur, menggenangi 22 Rukun Tetangga (RT) dengan ketinggian air mencapai 195 sentimeter di titik tertinggi. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kota Administrasi Jakarta Timur, Rangga Bima Setiawan, dua kecamatan terdampak, yaitu Jatinegara dan Kramat Jati, mengalami genangan yang signifikan sejak Senin malam.
Banjir mulai terjadi pada pukul 20.00 WIB dengan ketinggian awal air sekitar 30 cm. Dalam beberapa jam, ketinggian air meningkat secara drastis. Wilayah yang terpengaruh meliputi kelurahan seperti Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Balekambang, dan Cililitan. “Penyebab utama banjir ini adalah curah hujan yang tinggi serta luapan Kali Ciliwung,” ungkap Rangga.
Di kelurahan Bidara Cina, air di RW 003, RW 004, dan RW 011 meloncat dari 30 cm menjadi 175-195 cm hingga pagi hari. Kondisi serupa terlihat di Kampung Melayu dan Cawang, di mana ketinggian air juga mengalami kenaikan signifikan. Sementara itu, di Kelurahan Balekambang, ketinggian air sudah mulai surut.
Hingga saat ini, belum terdapat laporan mengenai pengungsian warga. Banyak dari mereka memilih untuk tetap berada di rumah sambil memantau perkembangan situasi. BPBD DKI Jakarta terus melakukan pemantauan dan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk tim penjaga dan kelurahan setempat, untuk mengantisipasi potensi kenaikan air lebih lanjut.
Pihak BPBD mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras kembali terjadi, guna menghindari dampak yang lebih parah akibat banjir.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/05/InShot_20260505_084439781.jpg)