Jackiecilley.com – Banjir telah merendam lebih dari 3.000 rumah di Padang Pariaman, Sumatera Barat, akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut pada Minggu, 23 November 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, curah hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap, mengakibatkan banjir di 21 nagari dan delapan kecamatan. Beberapa kecamatan yang terdampak antara lain Lubuak Aluang, Batang Anai, dan Ulakan Tapakih.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa kerugian material akibat bencana ini cukup signifikan. Sebanyak 3.076 unit rumah terendam, dua unit rumah rusak, dan 138 hektar lahan pertanian serta kebun terendam. Selain itu, beberapa infrastruktur, termasuk dua jembatan dan satu sekolah dasar, ikut terdampak. Sekitar 9.228 jiwa, atau 3.076 kepala keluarga, terpaksa mengungsi di lokasi-lokasi yang telah disediakan oleh pemerintah daerah.
Situasi pada Senin, 24 November menunjukkan bahwa hujan masih turun, dan tinggi muka air kembali naik ke kisaran 30-150 sentimeter setelah sempat surut. Selain di Padang Pariaman, hujan ekstrem juga melanda kabupaten lain, seperti Agam, di mana 33 unit rumah dan beberapa fasilitas umum terdampak.
BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi, terutama selama musim hujan. Beberapa langkah kesiapsiagaan pun disarankan, seperti memangkas pohon-pohon rapuh dan menyimpan dokumen penting di tempat aman. Masyarakat juga disarankan untuk memantau prakiraan cuaca dan bersiap untuk evakuasi jika diperlukan.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2025/11/1764059575_01397aabf9a426d0ff2e.jpg)