Jackiecilley.com – Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) belum mencapai kesepakatan untuk mengakui hasil pemilihan umum di Myanmar, di mana mantan pemimpin junta, Min Aung Hlaing, terpilih sebagai Presiden baru. Hal ini disampaikan oleh Asisten Sekretaris Luar Negeri Filipina, Dominic Xavier Imperial, pada Rabu (6/5), menegaskan bahwa ASEAN belum mencapai konsensus terkait masalah ini.
Filipina, yang saat ini menjabat sebagai ketua ASEAN, mengungkapkan bahwa proses pemilu yang berlangsung dari Desember 2025 hingga Januari 2026 menghasilkan kemenangan bagi partai-partai yang pro-militer, termasuk Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan. Min Aung Hlaing, yang sebelumnya menjabat sebagai panglima tertinggi Angkatan Bersenjata Myanmar, dilantik sebagai Presiden pada April lalu setelah berhasil memperoleh 429 dari 500 suara di parlemen.
Menanggapi situasi ini, Imperial menegaskan bahwa ASEAN akan tetap berpegang pada Konsensus Lima Poin sebagai pedoman untuk merespons krisis di Myanmar. Selain itu, Departemen Luar Negeri Filipina juga meminta Myanmar untuk memberikan akses kepada utusan khusus Ketua ASEAN guna bertemu dengan mantan Presiden Aung San Suu Kyi, yang masih dalam tahanan sejak kudeta militer pada 2021.
Filipina mengapresiasi keputusan Myanmar untuk memindahkan Suu Kyi dari penjara ke tahanan rumah serta mengurangi sebagian hukumannya. Selain itu, langkah amnesti bagi lebih dari 1.500 tahanan politik juga disambut baik. Tindakan ini diharapkan dapat menciptakan ruang dialog yang lebih kondusif antara semua pemangku kepentingan di Myanmar.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/05/XxjpbeE000480_20260111_PEPFN0A001.jpg)