Jackiecilley.com – Presiden Donald Trump mengancam Iran dengan penempatan armada kapal perang Amerika Serikat yang lebih besar dibandingkan armada yang sebelumnya dikerahkan di Venezuela. Dalam pernyataannya, Trump mengungkapkan bahwa Departemen Perang AS telah mengerahkan sejumlah besar kapal perang dan aset militer lainnya di dekat wilayah Iran, namun tetap menyatakan bahwa jalur diplomasi masih terbuka.
Awal bulan ini, Trump sempat mempertimbangkan untuk melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons terhadap protes anti-pemerintah yang mengakibatkan banyak korban jiwa, yang juga telah diakui oleh pemerintah Iran. Meskipun rencana tersebut ditunda, pengalihan aset militer ke kawasan tetap berlanjut.
Dalam wawancara dengan Axios pada Senin, 26 Januari 2026, Trump menegaskan bahwa situasi dengan Iran tidak menentu. “Kami memiliki armada besar di dekat Iran. Lebih besar dari yang dikerahkan di sekitar Venezuela,” ungkapnya, merujuk pada situasi ketika presiden Venezuela, Nicolas Maduro, diculik.
Sementara itu, Trump juga menyebut bahwa Teheran menunjukkan minat untuk bernegosiasi, dengan klaim bahwa mereka telah menghubungi pihak AS beberapa kali untuk berdiskusi. Penumpukan militer ini didukung oleh Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln, yang saat ini beroperasi di Timur Tengah, dan dilengkapi dengan jet tempur F-15 serta F-35, sistem pertahanan udara, dan pesawat tanker.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kerjasama militer, Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, melakukan kunjungan ke Israel pada Sabtu lalu untuk mendiskusikan rencana militer yang akan dilakukan bersama. Tindakan ini menunjukkan semakin dalamnya ketegangan antara AS dan Iran di kawasan tersebut.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/01/as-ancam-iran-dengan-armada-kapal-perang-lebih-besar-daripada-yang-digunakan-terhadap-venezuela-qhj.jpeg)