Site icon Jackiecilley.com

AS Klaim IRGC Kesulitan Gaji Tentara, Ini 4 Strategi Iran

[original_title]

Jackiecilley.com – Iran membantah klaim dari Amerika Serikat yang menyatakan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tidak mampu membayar tentara mereka. Meskipun mengakui adanya tantangan finansial akibat sanksi AS dan situasi perang, otoritas Iran menegaskan bahwa mereka memiliki strategi tangguh untuk bertahan.

Kepala Komando Pusat AS, Brad Cooper, dalam pernyataannya minggu lalu, menyebutkan bahwa kombinasi serangan militer dan blokade terhadap pelabuhan di selatan Iran telah memberikan dampak signifikan. Ia mencatat bahwa AS telah menghentikan ekspor minyak mentah Iran senilai sekitar USD 25 miliar dan membekukan aset kripto senilai USD 350 juta. Menurutnya, kondisi ini menyebabkan IRGC mengalami kesulitan dalam membayar tentara dan mendukung kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Iran.

Cooper menambahkan bahwa tekanan keuangan ini telah mendorong kelompok milisi untuk menahan pembayaran demi memberikan bantuan finansial kembali kepada IRGC. Hal ini diyakini sebagai indikator keberhasilan AS dalam menekan Iran, meskipun banyak pengamat meragukan dampak jangka panjang dari langkah tersebut.

Dalam perspektif yang lebih luas, Michael Knights, analis dari firma intelijen Horizon Engage, menjelaskan bahwa pihak-pihak seperti Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman telah mengalami masalah serupa. Ekonomi yang lemah mendorong mereka untuk bergantung pada dukungan dari Iran, baik dalam bentuk dana maupun material.

Dengan latar belakang ini, Iran diperkirakan akan terus menggunakan pendekatan seperti penguatan kegiatan bisnis ekspor-impor untuk mengatasi tantangan yang ada, dan kemungkinan besar akan mencari cara alternatif untuk mendukung sekutu-sekutunya di kawasan.

Exit mobile version