Jackiecilley.com – PT Andalan Artha Primanusa menetapkan sasaran ambisius bagi pertumbuhan pendapatannya, dengan proyeksi peningkatan sebesar 28% per tahun (CAGR), menjangkau Rp949,6 miliar pada 2026, Rp1,41 triliun pada 2027, dan Rp1,55 triliun pada 2028. Direktur Utama, Gahari Christine, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga pertumbuhan yang terukur dan memberikan nilai jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan.
Proyeksi pertumbuhan EBITDA diperkirakan akan mencapai CAGR 21%, yang setara dengan Rp514,2 miliar pada 2028, sementara laba bersih ditargetkan tumbuh 31% menjadi Rp223,9 miliar pada tahun yang sama. Gahari menyatakan bahwa pemilihan mitra kerja yang berkualitas menjadi faktor kunci bagi kelangsungan bisnis di tengah ketidakpastian industri.
Permintaan akan kontraktor pertambangan yang memiliki sistem andal dan pengalaman luas diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan semakin ketatnya standar efisiensi global. Perusahaan bertekad untuk membangun pertumbuhan yang konsisten dengan memastikan volume kontrak yang stabil dan investasi armada yang strategis.
Pada 2025, PT Andalan Artha Primanusa berencana untuk meningkatkan margin EBITDA menjadi 39% dengan total Rp145,4 miliar. Mereka menerapkan model layanan end-to-end mining services yang mencakup perencanaan hingga evaluasi operasional secara berkala. Selain itu, perusahaan telah berhasil melakukan diversifikasi menuju industri nikel dengan meraih Letter of Award (LoA) dari PT Position untuk proyek di Halmahera Timur, Maluku Utara.
Pendekatan berbasis keselamatan dan sistem pemantauan ketat diharapkan mampu meminimalisir hambatan teknis demi mencapai target produksi. Dengan komitmen terhadap operational excellence, perusahaan siap menghadapi tantangan dan mendukung keberlanjutan rantai pasok industri.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-19-at-06.44.30.jpeg)