Jackiecilley.com – Pemerintah Aceh mengumumkan bahwa provinsi tersebut mengalami surplus beras mencapai 300 ribu ton per tahun, mencukupi kebutuhan pangan masyarakat setempat. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dr Azanuddin Kurnia, menyampaikan bahwa rata-rata produksi gabah di Aceh mencapai 1,6 juta ton per tahun, yang setara dengan 900 ribu ton beras. Sementara itu, tingkat konsumsi beras di daerah ini hanya sekitar 600 ribu ton per tahun.
Meskipun terjadi penurunan produksi padi sebesar 2,7 persen akibat bencana hidrometeorologi pada tahun 2025, beberapa daerah, termasuk Kabupaten Aceh Barat, mengalami peningkatan produksi. Azanuddin menegaskan bahwa penurunan ini tidak berdampak signifikan pada pemenuhan kebutuhan pangan lokal, mengingat Aceh tetap surplus beras.
Untuk menjaga kestabilan produksi, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh tidak menambah target produksi, mengingat sekitar 35 persen lahan baku sawah terdampak bencana. Namun, pihaknya memproyeksikan peningkatan produksi pada periode April hingga September mendatang saat proses pemulihan lahan selesai. Dari total 57 ribu hektare lahan yang terdampak, sekitar 40 ribu hektare kini sedang diperbaiki.
Kondisi ini menempatkan Aceh di peringkat delapan hingga sembilan besar provinsi penopang pangan nasional. Keberhasilan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan di wilayah tersebut dan menjamin akses pangan yang memadai bagi masyarakat Aceh.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/09/1001114260.jpg)