Jackiecilley.com – Pemerintah Aceh menyerukan kepada Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Aceh untuk menghadapi tantangan pembangunan di daerah yang rentan bencana. Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, mengungkapkan hal tersebut saat pembukaan Musyawarah Provinsi (Musprov) XI INKINDO di Banda Aceh pada Senin. Ia menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang adaptif, berkelanjutan, dan fokus pada mitigasi risiko bencana.
“Pembangunan harus dirancang dengan mempertimbangkan risiko bencana yang tinggi di Aceh,” ungkap Nasir. Musyawarah ini diharapkan menjadi platform strategis bagi para konsultan untuk berkontribusi dalam menghadapi kompleksitas pembangunan yang semakin meningkat. Tema yang diusung, yaitu penguatan profesionalisme anggota INKINDO dalam konteks kebencanaan dan regulasi jasa konsultansi, sangat relevan dengan kondisi saat ini.
Nasir memberikan perhatian khusus pada bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh akhir tahun lalu, yang telah menyebabkan kerusakan infrastruktur dan gangguan aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Menurutnya, penting untuk memastikan pembangunan yang tahan bencana dan memperhatikan aspek keamanan bagi masyarakat.
Sektor konstruksi kini menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi Aceh, dengan kontribusi mencapai 1,36 persen, disusul oleh sektor perdagangan. Oleh karena itu, peran jasa konsultansi menjadi krusial dalam menjamin efisiensi dan kualitas pembangunan. Nasir menambahkan bahwa penyusunan tata ruang, studi kelayakan, serta desain infrastruktur memerlukan profesionalisme yang tinggi.
Dalam kesempatan ini, Nasir berharap agar INKINDO Aceh mampu bertransformasi menjadi organisasi profesi yang solid dan progresif dan dapat menghasilkan kepemimpinan yang amanah serta visioner untuk pembangunan Aceh di masa depan.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260518-WA0026_1.jpg)