Jackiecilley.com – Kolombia telah memilih Abelardo De La Espriella sebagai presiden baru dalam pemilu yang berlangsung pada hari Minggu. Kemenangan ini menandai perubahan politik signifikan di negara tersebut, dengan De La Espriella yang merupakan seorang pengacara nasionalis, membawa agenda keamanan ketat dan kebijakan ekonomi yang lebih pro-pasar.
Dikenal dengan julukan “The Tiger”, De La Espriella memposisikan diri sebagai sosok yang mampu menyelamatkan Kolombia dari ketidakstabilan ekonomi dan gangguan kelompok bersenjata ilegal, serta masalah perdagangan narkoba yang terus mengganggu. Dalam pandangan De La Espriella, respons yang lebih tegas terhadap kejahatan adalah langkah utama yang diperlukan untuk memulihkan ketertiban dan memberikan harapan baru bagi rakyat Kolombia.
Dalam pemilu ini, De La Espriella meraih 43,7% suara dalam putaran pertama pada akhir Mei dan berhasil mengalahkan lawan dari pihak kiri, Ivan Cepeda, di putaran kedua dengan perolehan 49,66% suara. Kemenangan ini juga mencerminkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintahan sebelumnya yang dipimpin oleh Gustavo Petro, yang dituduh De La Espriella bertanggung jawab atas berbagai masalah ekonomi dan keamanan.
De La Espriella berjanji untuk mengurangi ukuran pemerintahan hingga 40% dan memperluas basis pajak. Selain itu, dia juga berencana menghentikan upaya perdamaian dengan kelompok bersenjata dan mengalihkan perhatian lebih kepada pendekatan militer. Dalam hal sumber daya alam, dia mengumumkan rencananya untuk melanjutkan eksplorasi minyak dan mengizinkan fracking, dengan tujuan meningkatkan produksi minyak hingga 1,3 juta barel per hari.
Dengan janji-janji ambisius ini, De La Espriella berharap dapat membangkitkan kembali ekonomi Kolombia dan menjamin keamanan bagi warganya.
![[original_title]](https://jackiecilley.com/wp-content/uploads/2026/06/profil-abelardo-de-la-espriella-pengacara-berjam-tangan-mewah-yang-jadi-presiden-baru-kolombia-gpj.j.jpeg)