Jackiecilley.com – Pameran Saudi Fashion and Tex 2026 di Jeddah telah menciptakan peluang tinggi untuk kerja sama di industri kreatif halal, dengan estimasi nilai transaksi mencapai Rp15 miliar. CEO Scarf Media, Temi Sumarlin, mengungkapkan bahwa acara ini menjadi platform penting untuk memperkenalkan produk Indonesia di pasar Arab Saudi. Acara ini berlangsung selama empat hari, di mana Scarf Media juga mengadakan Halal Creative Forum.
Menurut Temi, Indonesia menempati posisi teratas global dalam sektor modest fashion berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026. Ini membuka peluang bagi perajin dan kreator Indonesia untuk menyesuaikan produk mereka sesuai kebutuhan pasar, termasuk di Arab Saudi. Forum ini dihadiri oleh pembeli dan mitra bisnis dari berbagai negara seperti Arab Saudi, Kuwait, Qatar, China, India, dan Pakistan.
Pameran diwakili oleh Paviliun Indonesia melalui stan Modestluxe, menampilkan sembilan merek fesyen modest Indonesia, yang mencakup berbagai jenis busana, dari glamor hingga olahraga dan busana sehari-hari. Merek-merek ini termasuk Intresse, Itsyar, Vaia Atelier, dan lainnya.
Scarf Media berkomitmen untuk mempromosikan industri kreatif halal Indonesia di kancah global, dengan tujuan memperluas pengenalan produk serta membuka akses ke pasar internasional. Atase Perdagangan Indonesia di Riyadh, Zulvri Yenni, menambahkan bahwa pemerintah mendukung ekspor melalui kebijakan dan promosi, dengan fesyen menjadi salah satu subsektor prioritas untuk mencapai pasar Arab Saudi pada 2026-2027.
Forum bertema “How Indonesia’s Creative Industry Unlock Saudi Arabia Market” ini menghadirkan beberapa pembicara, termasuk Rendy Bagus Pranantyo dari KBRI Riyadh dan pakar fesyen Suhaila Fayeg Ahmad Hafez, yang membahas strategi untuk meningkatkan penetrasi produk Indonesia di pasar tersebut.