OpenAI dan Microsoft Diduga Terlibat Pencurian Konten Besar

[original_title]

Jackiecilley.com – OpenAI dan Microsoft menghadapi tuduhan serius dari New York Times (NYT) terkait praktik pengambilan konten berita yang disebut sebagai “pencurian luar biasa dalam skala yang belum pernah terjadi.” Dokumen pengadilan yang baru dibuka mengungkapkan bahwa kedua perusahaan tersebut diduga menyalahgunakan jutaan artikel tanpa izin untuk melatih model kecerdasan buatan mereka.

Menurut laporan tersebut, OpenAI mengumpulkan (scraping) konten dari lebih dari 10 juta artikel, dengan hampir sepertiga di antaranya berasal dari NYT. Brent Hecht, Director of Applied Science Microsoft, menyatakan bahwa tindakan ini berpotensi menjadi “pencurian tenaga kerja terbesar dalam sejarah manusia.” Ia juga memperingatkan bahwa OpenAI mungkin telah melakukan “penutupan secara tidak sengaja” dalam proses identifikasi konten.

Kasus ini berawal dari gugatan yang diajukan NYT di pengadilan federal New York, menuntut ganti rugi atas materi berhak cipta yang digunakan oleh ChatGPT. Sejumlah media lain, termasuk Ziff Davis dan Mother Jones, juga bergabung sebagai penggugat. Mereka menuntut kompensasi untuk setiap artikel yang diduga dicuri, namun nilai total denda yang diminta belum ditentukan.

Sebagai respons, OpenAI dan Microsoft mengklaim bahwa penggunaan konten mereka bersifat transformatif dan dilindungi oleh doktrin penggunaan yang adil. Pemerintah Amerika Serikat turut mendukung posisi ini, berargumen bahwa penggunaan konten dapat mengarah pada kemajuan ilmiah dan pertumbuhan ekonomi.

Saat ini, para penggugat telah meminta putusan sela. Jika dikabulkan, keputusan tersebut dapat mencegah kasus ini menjangkau persidangan penuh, meski hasilnya diharapkan baru akan keluar pada 2027.

Baca Juga  Wamenpar Minta Pemda Awasi Tarif Pantai Anyer untuk Cegah Penipuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *