Akademisi USIM Bahas Solusi Hukum Internasional Atasi Kabut Asap

[original_title]

Jackiecilley.com – Penguatan hukum internasional dan kerja sama regional menjadi fokus pembahasan dalam upaya mengatasi persoalan kabut asap lintas batas di Asia Tenggara. Hal ini disampaikan oleh akademisi Universiti Sains Islam Malaysia, Mohd Hazmi Mohd Rusli, dalam konferensi internasional yang berlangsung di Purwokerto, Jawa Tengah, pada Selasa.

Konferensi ini diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman dan mengangkat tema “Transboundary Haze and Community Environmental Resilience in Southeast Asia: Bridging Local Wisdom and International Law”. Hazmi menekankan permasalahan kabut asap ini telah menjadi isu lingkungan tahunan yang mempengaruhi negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan bagian selatan Thailand. Menurutnya, penyebab utama kabut asap adalah kebakaran hutan dan lahan gambut yang masif, pembukaan lahan, serta kondisi musim kemarau yang diperburuk fenomena El Nino.

Partikel halus dari kebakaran ini dapat terbawa angin lintas batas, dengan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat, kualitas udara, dan ekonomi. Hazmi mengutip prinsip no-harm dalam hukum internasional yang mewajibkan negara untuk mencegah kerugian lingkungan terhadap negara lain, meskipun tanggung jawab hukum tidak dapat diambil begitu saja tanpa bukti kelalaian.

Perjanjian ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas Batas, yang berlaku sejak 2003, diakui sebagai landasan kerjasama dalam pencegahan dan penanganan masalah ini. Namun, ketidakcukupan mekanisme penegakan dan sanksi membawa tantangan tersendiri. Hazmi menekankan pentingnya menggunakan kearifan lokal masyarakat dalam mengatasi kebakaran, yang harus dipadukan dengan teknologi dan regulasi pemerintah.

Ia mengingatkan bahwa kabut asap adalah isu yang kompleks dan memerlukan kolaborasi antar negara, dan mengajak ASEAN untuk beralih dari komitmen ke tindakan nyata dalam mencegah pencemaran lintas batas.

Baca Juga  Brasil dan Prancis Hadapi Tantangan Berat di Piala Dunia 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *