Jackiecilley.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melakukan perbaikan terhadap 20 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk keluarga pra sejahtera di empat wilayah Indonesia. Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menjelaskan bahwa perbaikan ini mencakup lima unit rumah di Lebak, Cianjur, Sukabumi, dan Purworejo.
Program tersebut merupakan kelanjutan dari kerjasama BTN dan PPATK yang pada tahun 2025 telah berhasil memperbaiki 15 RTLH, sehingga total selama dua tahun ini, 35 rumah layak dihuni telah berhasil direnovasi. Nixon menegaskan bahwa perbaikan RTLH adalah salah satu cara untuk membantu masyarakat dengan kemampuan finansial terbatas untuk memiliki hunian yang layak, terutama mengingat satu dari tiga keluarga di Indonesia masih tinggal di rumah yang tidak memenuhi standar.
Dia juga menambahkan, saat ini banyak masyarakat dari desil 1 hingga 4 yang tidak dapat mengakses kredit kepemilikan rumah (KPR) karena keterbatasan finansial. Oleh karena itu, BTN menggalakkan program bedah rumah sebagai solusi alternatif. Kesepakatan ini ingin melibatkan lebih banyak pihak untuk bersama-sama menyelesaikan masalah RTLH di tanah air.
Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menyebutkan bahwa inisiatif bedah rumah adalah bagian dari Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang Indonesia. Dia berharap kegiatan serupa akan terus dilakukan untuk meningkatkan kehidupan masyarakat yang membutuhkan. Dampak program ini dirasakan langsung oleh para penerima manfaat, termasuk Sanatra, yang mengungkapkan rasa syukurnya setelah rumahnya diperbaiki.
Penerima manfaat program RTLH ditentukan melalui kerja sama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta pemerintahan daerah, yang melibatkan verifikasi kondisi rumah dan kelayakan bantuan.