Jackiecilley.com – Polda Metro Jaya menggandeng Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk mencari solusi terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah oleh Hanania Travel. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keluhan sejumlah korban yang merasa dirugikan.
Dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) yang berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin memaparkan bahwa koordinasi dengan Kemenhaj dilakukan sebagai upaya tambahan di luar penegakan hukum yang sedang berjalan. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian Haji. Hal ini kami lakukan untuk mencoba mencarikan solusi selain dari upaya penegakan hukum yang kami lakukan atas suatu peristiwa hukum di mana terdapat dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka,” jelas Iman.
Kasus ini menyoroti kerugian yang dialami jemaah umrah yang telah melakukan pembayaran melalui Hanania Travel. Banyak di antara mereka yang tidak mendapatkan layanan yang dijanjikan, sehingga timbul kebutuhan untuk menuntut pertanggungjawaban. Dengan adanya koordinasi ini, pihak kepolisian berharap dapat memberikan kejelasan dan kepastian bagi korban tentang langkah-langkah yang akan diambil.
Koordinasi ini juga mencerminkan komitmen Polda Metro Jaya dalam menyelesaikan masalah yang dialami masyarakat, terutama terkait dengan layanan haji dan umrah yang semakin diminati. Penegakan hukum tetap menjadi prioritas, namun pencarian solusi yang berkeadilan bagi korban juga menjadi perhatian utama.