Jackiecilley.com – Operasi pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT di Gunung Bulusaraung memasuki hari keenam. Tim pencari yang terdiri dari relawan dan anggota Basarnas kini berfokus pada area yang sulit diakses. Salah satu relawan yang terlibat, Agam Rinjani, telah bergabung di Posko Advanced Jungle Unit (AJU) Desa Tompo Bulu untuk membantu proses tersebut.
Agam menjelaskan bahwa kehadirannya bertujuan untuk mendukung strategi Basarnas dalam menghadapi tantangan evakuasi di medan vertikal. Lokasi jatuhnya pesawat, yang terletak pada lereng curam, membuat situasi semakin kompleks bagi tim. Bersama tiga rekannya, Agam berencana beroperasi di Pos 9, jalur utama menuju titik jatuh pesawat, dan akan bermalam di gunung untuk mempercepat proses pengangkatan jenazah.
Hingga Kamis siang, tim SAR gabungan telah menemukan sembilan kantong jenazah serta potongan tubuh dari lokasi kejadian. Dari sepuluh orang yang ada di dalam pesawat, yang terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang, proses pencarian korban masih berlangsung di radius 50 meter dari titik temuan awal. Cuaca yang sering berubah, dari kabut tebal hingga angin kencang, menjadi tantangan serius bagi tim penyelamat.
Agam menekankan pentingnya keselamatan dalam operasi ini, mengingat medan dan cuaca yang sangat sulit. Pesawat ATR 42-500 dinyatakan hilang kontak pada Sabtu (17/1) saat dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Makassar, dan ditemukan dalam kondisi hancur setelah menabrak tebing di Taman Nasional Bulusaraung. Proses pencarian diharapkan terus berlangsung hingga semua korban ditemukan.